KELOMPOK
ANGGOTA :
· Daniel
Wahyu
· Dieudonne
Jordy Pelmelay
· Selfiani
· Virta
Febry Diana
KELAS : 2KA33
MATAKULIAH : Ilmu Budaya Dasar
TEMA : Organisasi Yang Berkembang
UNIVERSITAS
GUNADARMA
PENDAHULUAN
1. Pengertian
Organisasi.
Organisasi adalah
bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya
masing – masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses
tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan
organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka
diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak
(pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama – sama berusaha
saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada
saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi
anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang
berwenang.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Organisasi.
1.Strategi
Struktur organisasi
adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya.
Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi secara keseluruhan, logis
kalau strategi dan struktur harus terkait erat. tepatnya, struktur harus
mengikuti strategi. Jika manajemen melakukan perubahan signifikan dalam
strategi organisasinya, struktur pun perlu dimodifikasi untuk menampung dan
mendukung perubahan ini. Sebagian besar kerangka strategi dewasa
ini terfokus pada tiga dimensi -inovasi, minimalisasi biaya, dan imitasi- dan
pada desain struktur yang berfungsi dengan baik untuk masing-masing dimensi.
Strategi inovasi
adalah strategi yang menekankan diperkenalkannya produk dan jasa baru yang
menjadi andalan. Strategi minimalisasi biaya adalah strategi yang menekankan
pengendalian biaya secara ketat, menghindari pengeluaran untuk inovasi dan
pemasaran yang tidak perlu, dan pemotongan harga. Strategi imitasi adalah
strategi yang mencoba masuk ke produk-produk atau pasar-pasar baru hanya
setelah viabilitas terbukti.
2.Ukuran Organisasi.
Terdapat banyak bukti
yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah organisasi secara signifikan
memengaruhi strukturnya. Sebagai contoh, organisasi-organisasi besar yang
mempekerjakan 2.000 orang atau lebih cenderung memiliki banyak spesialisasi,
departementalisasi, tingkatan vertikal, serta aturan dan ketentuan daripada
organisasi kecil. Namun, hubungan itu tidak bersifat linier. Alih-alih, ukuran
memengaruhi struktur dengan kadar yang semakin menurun. Dampak ukuran menjadi kurang
penting saat organisasi meluas.
1.Teknologi.
Istilah teknologi
mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi output.
Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber
daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.
2.Lingkungan.
Lingkungan sebuah
organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar organisasi
yang berpotensi memengaruhi kinerja organisasi. Kekuatan-kekuatan ini biasanya
meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah,
kelompok-kelompok tekanan publik, dan sebagainya.
Struktur organisasi
dipengaruhi oleh lingkungannya karena lingkungan selalu berubah. Beberapa
organisasi menghadapi lingkungan yang relatif statis -tak banyak kekuatan di
lingkungan mereka yang berubah. Misalnya, tidak muncul pesaing baru, tidak ada
terobosan teknologi baru oleh pesaing saat ini, atau tidak banyak aktivitas
dari kelompok-kelompok tekanan publik yang mungkin memengaruhi organisasi.
Organisasi-organisasi lain menghadapi lingkungan yang sangat dinamis –
peraturan pemerintah cepat berubah dan memengaruhi bisnis mereka, pesaing baru,
kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, preferensi pelanggan yang terus berubah
terhadap produk, dan semacamnya. Secara signifikan, lingkungan yang statis
memberi lebih sedikit ketidakpastian bagi para manajer dibanding lingkungan
yang dinamis. Karena ketidakpastian adalah sebuah ancaman bagi keefektifan
sebuah organisasi, manajemen akan menocba meminimalkannya. Salah satu cara
untuk mengurangi ketidakpastian lingkungan adalah melalui penyesuaian struktur
organisasi.
Contoh Organisasi Berkembang.
Dalam tulisan ini kami akan
memberikan contoh perusahaan berkembang yaitu Perusahaan Perseroan (Persero) PT
Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) merupakan Badan Usaha Milik Negara dan
penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM
menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan
telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layanan telepon seluler, data
dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun
melalui anak perusahaan. Untuk menjawab tantangan yang terus berkembang di
industri telekomunikasi dalam negeri maupun di tingkat global, kami bertekad
melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di seluruh lini bisnis
yang mencakup transformasi bisnis dan portofolio,transformasi infrastruktur dan
sistem, transformasi organisasi dan sumber daya manusia sertatransformasi
budaya. Pelaksanaan transformasi ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya
diversifikasi bisnis TELKOM dari ketergantungan pada portofolio bisnis Legacy
yang terkait dengan telekomunikasi, yakni layanan telepon tidak bergerak
(Fixed), layanan telepon seluler(Mobile), dan Multimedia (FMM), menjadi
portofolio TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment).
Konsistensi TELKOM dalam berinovasi telah berhasil memposisikan Perusahaan
sebagai salah satu perusahaan yang berdaya saing tinggi danunggul dalam bisnis
New Wave.
Komitmen TELKOM untuk
mendukung mobilitas dan konektivitas tanpa batas diyakini akan meningkatkan
kepercayaan pelanggan ritel maupun korporasi terhadap kualitas, kecepatan, dan
kehandalan layanan serta produk yang kami tawarkan. Hal itu terbukti dengan
kontinuitas peningkatan di sisi jumlah pelanggan kami, yakni mencapai 120,5
juta pelanggan per 31 Desember 2010, atau meningkat sebesar 14,6%. Dari jumlah
tersebut, sebanyak 8,3 juta pelanggan merupakan pelanggan telepon kabel tidak
bergerak, 18,2 juta pelanggantelepon nirkabel tidak bergerak, dan 94,0 juta
pelanggan telepon seluler.
1.
Sistem Dalam
Organisasi Berkembang.
2.
Perusahaan Go Public.
Go Public berarti menjual saham
perusahaan ke para investor dan membiarkan saham tersebut diperdagangkan di
pasar saham. Sebagai contoh, PT. Telkomunikasi indonesia, PTAxiata XL, Indosat,
dan banyak perusahaan lainnya yang sudah menjadi Go Public.
Adapun keuntungan
dari Perusahaan yang Go Public adalah sebagai berikut:
§ Perusahaan yang dapat meningkatkan likuiditas dan
memungkinkan para pendiri perusahaan untuk menikmati hasil yang mereka capai.
Dan semakin memperbanyak investor yang membeli saham tersebut, maka semakin
banyak modal yang diterima perusahaan dari investor luar.
§ Para pendiri perusahaan dapat melakukan diversifikasi
untuk mengurangi resiko portofolio mereka.
§ Memberi nilai suatu perusahaan. Suatu perusahaan dapat
dinilai dari harga saham dikalikan dengan jumlah lembar saham yang dijual
dipasaran.
§ Perusahaan dapat melakukan merger ataupun negosiasi
dengan perusahaan lainnya dengan hanya menggunakan saham.
§ Meningkatkan potensi pasar. Banyak perusahaan yang
merasa lebih mudah untuk memasarkan produk dan jasa mereka setelah menjadi
perusahaan Go Public atau Tbk.
Tapi harus kita
ketahui juga bahwa ada kerugian dari Perusahaan yang Go Public,
yaitu:
§ Laporan Rutin
Setiap perusahaan yang go public
secara periodik harus membuat laporan kepada Bursa Efek Indonesia, bisa saja
per kuartal atau tahunan, tentu saja untuk membuat laporan tersebut diperlukan
biaya.
§ Terbuka
Semua perusahaan go public pasti
transparan dan sangat mudah untuk diketahui oleh para kompetitornya dari segi
data dan managementnya.
§ Keterbatasan
kekuasaan Pemilik
Para pemilik perusahaan harus
memperhatikan kepentingan bersama para pemegang saham, tidak bisa lagi
melakukan praktek nepotisme, kecurangan dalam pengambilan keputusan dan
lainnya, karena perusahaan tersebut milik publik.
§ Hubungan antar
Investor
Perusahaan terbuka harus menjaga
hubungan antara perusahaan dengan para investornya dan di informasikan mengenai
perkembangan dari perusahaan tersebut.
Perusahaan Holding Company.
Pengertian Holding Company adalah
penggabungan badan usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau
lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis. Mengadakan penggabungan
badan usaha atau External Business Expansion merupakan alasan pemilik
perusahaan untuk lebih mengembangkan usahanya dimasa yang akan datang dalam
rangka mempersiapkan perusahaan dalam posisi yang berdaya saing yang kuat.
Suatu perusahaan melakukan pengabungan sumber-sumber ekonomis yang dimiliki
oleh perusahaan lainnya.
Penggabungan badan
usaha dalam bentuk Holding Company pada umumnya merupakan cara yang dianggap
lebih menguntungkan, dibanding dengan cara memperluas perusahaan dengan cara
ekpansi investasi. Karena dengan pengabungan perusahaan ini akan diperoleh
kepastian mengenai: Daerah pemasaran, sumber bahan baku atau penghematan biaya
melalui penggunaan fasilitas dan sarana yang lebih ekonomis dan efisien (Hadori
yunus;1990).
Holding Company
dimulai sejak tahun 1889, Ketika Nem Jersey menjadi Negara Bagian pertama yang
memberlakukan Undang-undang yang mengijikkan pembentukan perusahaan dengan
tujuan utamanya memiliki saham perusahaan lain. Menurut Bringham & Houston
(2001; 413) Holding company adalah Korporasi yang memiliki Saham biasa
perusahaan lain dalam jumlah yang cukup sehingga dapat menggendalikan
perusahaan tersebu Hadori Yunus (1990) mendefinisikan Holding company sebagai
suatu perusahaan yang dibentuk dengan tujuan khusus untuk memiliki saham-saham
dan mengendalikan operasi perusahaan lain. Sumber pendapatan utama bagi Holding
Company adalah pendapatan deviden dari saham-saham yang dimilikinya. Akan
tetapi suatu holding company bisa saja mempunyai usaha sendiri disamping
memiliki saham di beberapa perusahaan lainnya, atau biasa disebut dengan
“Operating Holding Company”.
Sedangkan perusahaan-perusahaan
yang manajemen dan operasionalnya dikendalikan oleh perusahaan induk disebut
dengan sebagai Perusahaan Anak (Subsidiary Company). Hubungan antara perusahaan
induk dan perusahaan anak disebut Hubungan Affiliasi
Istilah dan Pengertian
Perusahaan holding
sering juga disebut dengan holding company, parent company, atau controlling
company. Munir Fuady mengartikan holding company adalah suatu perusahaan yang
bertujuan untuk memiliki saham dalam satu atau lebih perusahaan lain dan/atau
mengatur satu atau lebih perusahaan lain tersebut.
Pada holding company
terdapat konsentrasi saham-saham dengan tujuan untuk mencapai pengaruh pada
perusahaan tertentu atau cabang perusahaan tertentu atau dengan maksud untuk
mengendalikannya.
Konsentrasi yang diinginkan
dapat dicapai dengan bantuan modal asing. Holding company merupakan perusahaan
yang berdiri sendiri yang atas namanya sendiri, mengeluarkan saham-saham badan
usaha lain dan deviden yang tercapai dengannya. Maskapai induk
(moedermaatschappij ) melalui kekayaan sahamsahamnya sebesar 40% hingga 50%
dapat mengendalikan sejumlah maskapai anak (doctermaatschappijen) yangkembali
lagi melalui pemilikan saham (aandelenbezit) menguasai maskapai-maspakai anak
lainnya.
Dalam dunia bisnis,
kehadiran holding company merupakan sesuatu yang lumrah, mengingat banyak
perusahaan yang telah melakukan kegiatan bisnis yang sudah sedemikian besar
dengan berbagai garapan kegiatan, sehingga perusahaan itu perlu dipecah-pecah
menurut penggolongan bisnisnya. Namun dalam pelaksanaan kegiatan bisnis yang
dipecah-pecah tersebut, yang masing-masing akan menjadi perseroan terbatas yang
mandiri masih dalam kepemilikan yang sama dengan pengontrolan yang masih
tersentralisasi dalam batas-batas tertentu; artinya walaupun perusahaan tersebut
telah dipecah-pecah dan menjadi perseroan terbatas tersendiri; tidak otomatis
terpisah mutlak dari perusahaan holding.
Untuk itu
pecahan-pecahan perusahaan tersebut bersama-sama dengan perusahaan-perusahaan
lain yang mungkin timbul telah terlebih dahulu ada, dengan pemilik yang sama
atau minimal ada hubungan khusus, dimiliki atau dikendalikan suatu perusahaan
yang mandiri pula yaitu holding company tersebut.
Perusahaan Joint Venture
Joint venture merupakan suatu
kerjasama antar beberapa perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan ekomomi
yang lebih padat. Joint venture dapat disebut juga sebagai aliansi
strategis (strategic alliances) dan bisa dilakukan oleh perusahaan besar selain
itu dapat menjadi strategi yang efektif untuk memanfaatkan kelebihan –
kelebihan yang dimiliki oleh partner. Ciri utamanya:
§ Kegiatan yang dilakukan oleh salah seorang partner
masih tetap mengikat partner yang lain.
§ Kewajiban semua pihak dalam joint venture dapat
dimasukkan dalam jenis partnership.
Tujuan perusahaan joint venture
adalah untuk menciptakan sebuah perusahaan dengan kombinasi mitra ‘lokal’ yang
memiliki pengetahuan khusus pasar dan visibilitas tinggi. Bermacam-macam bentuk
organisasi yang ada dapat dibedakan secara jelas ketika kita membandingkan toko
kelontong, supermarket, konsultan hukum, atau perusahaan otomotif.
Masing-masing unit bisnis atau organisasi tersebut memiliki karakteristik yang
berbeda-beda. Demikian pula yang akan kita bahas pada makalah ini seperti
Organisasi Niaga, Regional dan Internasional, antara klasifikasi disetiap
masing organisasi-organisasi tersebut terdapat perbedaan karakteristik pada
pembentukan organisasi, tujuan organisasi maupun segi keuntungan organisasi
sendiri.
Dua perusahaan
raksasa kelas dunia melakukan kerjasama strategi lebih luas. Samsung akan
menggabungkan operasional Hard Disk Drive ke Seagate, sedangkan Seagate akan
memberikan Kepemilikan Ekuitas yang Signifikan ke Samsung. Kedua perusahaan
menjajaki kesepakatan pengadaan besar dan pertukaran lisensi.
Seagate Technology
plc, perusahaan yang fokus pada hard disk drive atau penyimpanan data dan
Samsung Electronics Co., Ltd., perusahaan elektronik memperluas dan
memperkuathubungan strategis dengan memadukan lebih jauh lagi seperti nilai
kepemilikan, investasi-investasi dan teknologi-teknologi utama mereka.
Beberapa elemen
kerjasama yang disepakati antara lain hard disk drive (HDD), paten lisensi,
NAND flash memori, solid state hybrid drive, notebook, penyimpanan data
enterprise, dan kepemilikan ekuitas. Nilai gabungan dari transaksi dan
kesepakatan sebesar US$ 1.375 miliar, Seagate akan membayar ke Samsung dalam
bentuk 50% saham dan 50% tunai.
Kedua perusahaan ini
akan memadukan pengembangan produk dan peta produk mereka saat ini dan masa
mendatang dalam hal komputasi mobile, komputasi awan dan penyimpan data solid
state. “Kami berharap kerjasama strategis ini akan menciptakan produk teknologi
yang lebih baik,” ucap Steve Luczo, Chairman, Presiden dan CEO dari Seagate
dalam release yang kami terima (20/4/2011). Steve menambahkan bahwa kesepakatan
ini akan mampu mencapai skala yang lebih besar dalam hal produk dan solusi
penyimpanan data ke konsumen. Sementara Samsung berharap, “ikatan strategis ini
dapat memberikan solusi-solusi teknologi kreatif bagi konsumen yang kaya ragam,
dunia usaha dan aplikasi-aplikasi industrial,” ucap Oh-hyun, Kwon, President
dari Bisnis Semikonduktor Samsung Electronics.
KESIMPULAN
Organisasi adalah
bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing –
masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu
untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Untuk Itu diperlukan
beberapa tipe organisasi dalam pengembangan perusahaan tersebut.
Dalam menjalankan
Perusahaannya, Organisasi yang berkembang tersebut menggunakan beberapa system
untuk memajukan perusahaan mereka. Sistem organisasi berkembang yang dikenal
adalah : join venture, holding company, dan go public.
Sistem organisasi
yang berkembang tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing
yang menjadi tolak ukur setiap perusahaan memilih system pengerjaan
perusahaannya sesuai dengan bidangnya masing – masing sehingga kekurangan dan
kelebihan tersebut bisa di gunakan untuk memajukan kepentingan perusahaan itu
sendiri.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar